PT PAL Indonesia Jadi Induk Konsolidasi Galangan Kapal Nasional

Jumat, 13 Februari 2026 | 08:58:20 WIB
PT PAL Indonesia Jadi Induk Konsolidasi Galangan Kapal Nasional

JAKARTA - Pemerintah mempercepat langkah restrukturisasi industri galangan kapal pelat merah dengan target penyelesaian dalam tahun ini. 

Konsolidasi tersebut akan menempatkan PT PAL Indonesia sebagai induk perusahaan bagi badan usaha milik negara yang bergerak di sektor perkapalan. 

Langkah ini diyakini menjadi fondasi penguatan industri maritim nasional sekaligus strategi untuk memaksimalkan potensi ekonomi kelautan Indonesia.

Kepastian percepatan konsolidasi itu ditegaskan langsung oleh COO BPI Danantara, Dony Oskaria. Ia menyampaikan bahwa proses penggabungan BUMN galangan kapal ditargetkan rampung dalam waktu dekat, bahkan pada semester pertama tahun ini.

"Konsolidasinya saya pastikan bahwa tahun ini selesai, dan mungkin semester satu sudah selesai untuk konsolidasi galangan kapal kita," tegas Dony.

Langkah tersebut menandai fase baru dalam penataan industri galangan kapal nasional. Dengan model holding yang terintegrasi, pemerintah berharap efisiensi, kapasitas produksi, dan daya saing industri dapat meningkat secara signifikan.

Fokus Penguatan Produksi Kapal Tangkap Nasional

Melalui konsolidasi BUMN galangan kapal, pemerintah berencana memfokuskan pengembangan pada produksi kapal tangkap dalam jumlah besar. Strategi ini diarahkan untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya laut Indonesia yang selama ini dinilai belum sepenuhnya dikuasai oleh pelaku domestik.

"Dan ini kan akan banyak sekali ya, kapal-kapal tangkap yang akan kita kembangkan, sehingga nanti ini, sebagian besar kan sekarang kekayaan laut kita itu lebih banyak dikuasai oleh orang asing dan lain sebagainya," ujar Dony.

Pernyataan tersebut mencerminkan dorongan untuk memperkuat kemandirian sektor kelautan. Dengan peningkatan kapasitas produksi kapal tangkap di dalam negeri, diharapkan nelayan dan pelaku usaha nasional memiliki sarana yang lebih memadai untuk memanfaatkan potensi laut.

Menurut Dony, optimalisasi kemampuan negara dalam mengelola hasil laut akan memberikan manfaat ekonomi yang luas. Bukan hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga memperkuat industri pendukung, distribusi, hingga ekspor hasil laut.

"Nah, ini dengan kita mengoptimalkan dan melakukan pembaruan terhadap kemampuan negara kita sendiri dalam mengelola hasil laut kita, itu akan banyak sekali manfaat ekonominya ke depan," lanjutnya.

Dengan demikian, konsolidasi ini tidak hanya bersifat administratif atau struktural, melainkan memiliki dimensi strategis dalam pembangunan ekonomi berbasis maritim.

Peluang Lapangan Kerja Bagi Lulusan Teknik Perkapalan

Selain mendorong produksi kapal tangkap, konsolidasi BUMN galangan kapal juga diproyeksikan membuka peluang kerja baru. Dony menekankan bahwa sektor ini berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, khususnya bagi lulusan Teknik Perkapalan dan bidang terkait.

"Ini nanti kita imbau juga, itu akan banyak membuka lapangan pekerjaan baru bagi teman-teman kita, saudara-saudara kita yang baru lulus di Teknik Perkapalan dan lain sebagainya," tegas Dony.

Penguatan industri galangan kapal tentu memerlukan tenaga ahli, mulai dari perancang kapal, insinyur, teknisi, hingga tenaga produksi. Dengan adanya holding yang lebih solid, proyek pembangunan kapal diharapkan meningkat sehingga kebutuhan tenaga kerja ikut bertambah.

Industri perkapalan memiliki rantai nilai yang panjang. Selain pembangunan kapal, terdapat aktivitas perawatan, perbaikan, hingga modernisasi armada. Seluruh aktivitas tersebut membuka ruang kerja bagi tenaga profesional maupun tenaga terampil.

Dengan konsolidasi yang dipercepat, pemerintah berharap efek berganda terhadap ekonomi dapat dirasakan, baik melalui peningkatan kapasitas industri maupun penyerapan tenaga kerja.

Struktur Holding Galangan Kapal BUMN

Dalam rencana konsolidasi tersebut, PT PAL Indonesia akan menjadi induk perusahaan galangan kapal BUMN. Sejumlah perusahaan pelat merah di sektor ini akan berada dalam satu struktur holding.

Perusahaan galangan kapal BUMN selain PAL yang akan dikonsolidasikan antara lain PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atau IKI, PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) atau DKB, PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) atau DKS, serta PT Dok dan Perkapalan Air Kantung.

Dengan struktur terintegrasi, koordinasi antarperusahaan diharapkan menjadi lebih efektif. Kapasitas produksi dapat diatur sesuai kebutuhan, sementara spesialisasi masing-masing galangan dapat dioptimalkan. Model holding juga memungkinkan pengelolaan keuangan, investasi, serta pengadaan menjadi lebih efisien.

Konsolidasi ini sekaligus mencerminkan upaya pemerintah dalam merapikan BUMN sektoral agar lebih fokus dan kompetitif. Industri galangan kapal dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim.

Target penyelesaian pada semester pertama menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat proses tersebut. Dengan rampungnya konsolidasi, PT PAL Indonesia akan memegang peran sentral dalam mengarahkan pengembangan industri galangan kapal nasional.

Melalui penguatan produksi kapal tangkap, peningkatan kapasitas industri, serta penciptaan lapangan kerja, konsolidasi ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kebangkitan sektor perkapalan nasional dan optimalisasi potensi ekonomi kelautan Indonesia.

Terkini